Boleh dibilang ini perjalanan wisata naik motor terjauh yang pernah saya lakukan sejak menikah. Sebelumnya saya hanya ngubek-ubek sekitar Semarang- Salatiga- Yogya-Gunungpati.
Dan perjalanan ini terasa sangat berkesan karena sampai 3 hari setelah pulang saya masih merasakan panasnya bokong saya yang nempel di jok motor hampir 12 jam.
Begini kisah perjalanannya :
Saya sebenarnya berniat touring bersama istri ke Cirebon, sekalian menengok saudara di sana. Tapi ditengah perjalanan kami memutuskan untuk ke Karimunjawa sekalian menengok cucu keponakan saya yang ada di sana.
Singkat cerita malam itu Jumat bakda Maghrib 22 Maret 2019, kami berangkat dengan persiapan seadanya. Pakaian beberapa stel dan tak lupa kami bawa sekedar ongkos perjalanan. Motor saya Suzuki Thunder 2009 sudah saya servis dan ganti oli sebelumnya telah siap digeber.
19.30 Wib dalam keadaan hujan gerimis saya memacu motor perlahan, melewati kota Semarang yang masih cukup ramai, rute melewati Genuk yang penuh kubangan air benar-benar membuat celana saya basah oleh air rob dan terasa gatal di kaki.
Sebelumnya saya kurang ngeh kalau melewati Trengguli bisa mencapai kota Jepara lebih dekat. Jadi sesampainya di Demak saya terus saja menuju ke arah Kudus. Dan di sinilah malapetaka terjadi, di Kudus saya salah mengambil jalan sehingga masuk ke jalan-jalan kampung yang justru membawa saya kembali menuju ke arah Demak. Untung saja di jalan kami bertemu dengan orang baik yang mau menunjukkan arah ke kota Jepara.
Di perjalanan kami mampir menikmati Mie Jowo di perbatasan Kudus-Jepara yang ternyata penjualnya orang dari Purwodadi, sehingga ditanya lokasi ATM sekitar situ saja tidak tahu.
Perjalanan Semarang-Jepara (karena nyasar), memakan waktu hampir 5 jam yang seharusnya hanya butuh waktu sekitar 2 jam.
Sesampai di Jepara saya langsung menuju ke arah pantai Kartini, dan mencari penginapan. Akhirnya didapatlah sebuah penginapan dengan bangunan tua yang dari luar terkesan bagus, tapi begitu masuk ke kamar yang kami pesan.. wow.. jauh dari harapan.
Kalau di daerah Bandungan Hotel dengan harga 125K/malam kita sudah dapat fasilitas kamar yang bersih, selimut yang lebar dan tebal, serta fasilitas mandi air panas yang sangat nyaman.
Di Hotel Segoro Jepara ini kami dapat kamar seharga 180K/mlm, terlihat kamarnya sangat kumuh, cat tembok yang sudah mulai pudar, sprei terlihat kotor banyak bercak, dan selimut tipis yang tak nyaman bila dipakai berdua. Kamar mandi juga tidak terasa nyaman, karena kebetulan kran airnya bocor, jadi semalaman kami beristirahat sambil menyimak suara kran air tik tok tik tok .sampai pagi.
Tapi meskipun kondisi kamarnya begitu kami masih bisa terhibur karena pagi hari terakhir tersedia sarapan berapa nasi rames seadanya, roti bakar, teh, dan kopi.
Jam 09.00 perjalanan kami lanjutkan menuju ke Pelabuhan Kartini. Melalui no WA seorang perantara wisata yang yang saya dapat dari internet, saya berkenalan dengan seorang TL yang bernama Ali, yang sampai saya pulang tidak pernah melihat sekalipun wajahnya seperti apa.
Dari mas Ali itulah saya mendapatkan informasi singkat mengenai trip ke Karimunajawa. Awalnya ia akan menemui saya di warung Bu Bambang yang ada persis di dekat dermaga, tapi sampai kapalnya berangkat ia tak pernah kelihatan.
Melalui pesan WA saya order perjalanan 2 hari 1 malam dan mendapatkan informasi seperti di bawah ini.
PAKET HOMESTAY AC
HARGA :
#Via Kapal Feri Siginjai PP.
2Hari 1Malam Rp 650.000,-
3Hari 2Malam Rp 950.000,-
4Hari 3Malam Rp 1.250.000,-
#Via Kapal Express Bahari - Feri Siginjai (Mix).
2Hari 1Malam Rp 725.000,-
3Hari 2Malam Rp 1.025.000,-
4Hari 3Malam Rp 1.325.000,-
#Via Kapal Express Bahari PP.
2Hari 1Malam Rp 800.000,-
3Hari 2Malam Rp 1.100.000,-
4Hari 3Malan Rp 1.400.000,-
FASILITAS :
*Tiket kapal penyeberangan PP.
*Mobil penjemputan pelabuhan - penginapan.
*Kamar homestay AC 1 kmr isi 2 orang.
*Makan prasmanan sesuai jadwal (2D1N 3x, 3D2N 5x, 4D3N 7x).
*Barbeque (3h2m 1x, 4h3m 2x).
*Perahu wisata untuk tour laut.
*HTM obyek wisata, sesuai destinasi.
*Alat snorkeling, pelampung & alat p3K.
*Air mineral & buah segar saat tour laut.
*Dokumentasi bawah & atas air.
*Guide darat berpengalaman.
*Guide HPI bersertifikat.
*Makanan ikan hias.
*Retribusi pelabuhan Jepara.
*Retribusi pelabuhan Karimunjawa.
*Retribusi dermaga wisata karimunjawa.
NOTE :
- Harga perorang, pendaftaran minimal 2 orang.
- Harga sudah termasuk PPN.
PAKET HOMESTAY AC
HARGA :
#Via Kapal Feri Siginjai PP.
2Hari 1Malam Rp 650.000,-
3Hari 2Malam Rp 950.000,-
4Hari 3Malam Rp 1.250.000,-
#Via Kapal Express Bahari - Feri Siginjai (Mix).
2Hari 1Malam Rp 725.000,-
3Hari 2Malam Rp 1.025.000,-
4Hari 3Malam Rp 1.325.000,-
#Via Kapal Express Bahari PP.
2Hari 1Malam Rp 800.000,-
3Hari 2Malam Rp 1.100.000,-
4Hari 3Malan Rp 1.400.000,-
FASILITAS :
*Tiket kapal penyeberangan PP.
*Mobil penjemputan pelabuhan - penginapan.
*Kamar homestay AC 1 kmr isi 2 orang.
*Makan prasmanan sesuai jadwal (2D1N 3x, 3D2N 5x, 4D3N 7x).
*Barbeque (3h2m 1x, 4h3m 2x).
*Perahu wisata untuk tour laut.
*HTM obyek wisata, sesuai destinasi.
*Alat snorkeling, pelampung & alat p3K.
*Air mineral & buah segar saat tour laut.
*Dokumentasi bawah & atas air.
*Guide darat berpengalaman.
*Guide HPI bersertifikat.
*Makanan ikan hias.
*Retribusi pelabuhan Jepara.
*Retribusi pelabuhan Karimunjawa.
*Retribusi dermaga wisata karimunjawa.
NOTE :
- Harga perorang, pendaftaran minimal 2 orang.
- Harga sudah termasuk PPN.
PAKET HOMESTAY AC
HARGA :
#Via Kapal Feri Siginjai PP.
2Hari 1Malam Rp 650.000,-
3Hari 2Malam Rp 950.000,-
4Hari 3Malam Rp 1.250.000,-
#Via Kapal Express Bahari - Feri Siginjai (Mix).
2Hari 1Malam Rp 725.000,-
3Hari 2Malam Rp 1.025.000,-
4Hari 3Malam Rp 1.325.000,-
#Via Kapal Express Bahari PP.
2Hari 1Malam Rp 800.000,-
3Hari 2Malam Rp 1.100.000,-
4Hari 3Malan Rp 1.400.000,-
FASILITAS :
*Tiket kapal penyeberangan PP.
*Mobil penjemputan pelabuhan - penginapan.
*Kamar homestay AC 1 kmr isi 2 orang.
*Makan prasmanan sesuai jadwal (2D1N 3x, 3D2N 5x, 4D3N 7x).
*Barbeque (3h2m 1x, 4h3m 2x).
*Perahu wisata untuk tour laut.
*HTM obyek wisata, sesuai destinasi.
*Alat snorkeling, pelampung & alat p3K.
*Air mineral & buah segar saat tour laut.
*Dokumentasi bawah & atas air.
*Guide darat berpengalaman.
*Guide HPI bersertifikat.
*Makanan ikan hias.
*Retribusi pelabuhan Jepara.
*Retribusi pelabuhan Karimunjawa.
*Retribusi dermaga wisata karimunjawa.
NOTE :
- Harga perorang, pendaftaran minimal 2 orang.
- Harga sudah termasuk PPN.
PAKET HOMESTAY AC
HARGA :
#Via Kapal Feri Siginjai PP.
2Hari 1Malam Rp 650.000,-
3Hari 2Malam Rp 950.000,-
4Hari 3Malam Rp 1.250.000,-
#Via Kapal Express Bahari - Feri Siginjai (Mix).
2Hari 1Malam Rp 725.000,-
3Hari 2Malam Rp 1.025.000,-
4Hari 3Malam Rp 1.325.000,-
#Via Kapal Express Bahari PP.
2Hari 1Malam Rp 800.000,-
3Hari 2Malam Rp 1.100.000,-
4Hari 3Malan Rp 1.400.000,-
FASILITAS :
*Tiket kapal penyeberangan PP.
*Mobil penjemputan pelabuhan - penginapan.
*Kamar homestay AC 1 kmr isi 2 orang.
*Makan prasmanan sesuai jadwal (2D1N 3x, 3D2N 5x, 4D3N 7x).
*Barbeque (3h2m 1x, 4h3m 2x).
*Perahu wisata untuk tour laut.
*HTM obyek wisata, sesuai destinasi.
*Alat snorkeling, pelampung & alat p3K.
*Air mineral & buah segar saat tour laut.
*Dokumentasi bawah & atas air.
*Guide darat berpengalaman.
*Guide HPI bersertifikat.
*Makanan ikan hias.
*Retribusi pelabuhan Jepara.
*Retribusi pelabuhan Karimunjawa.
*Retribusi dermaga wisata karimunjawa.
NOTE :
- Harga perorang, pendaftaran minimal 2 orang.
- Harga sudah termasuk PPN.
Setelah membaca informasi ini saya segera membeli tiket untuk dua orang.Bagi anda yang hendak ke Karimunjawa hendaklah selalu membawa kartu identitas anda. Karena pembelian tiket kapal menggunakan nama yangb terdapat dalam kartu identitas masing-masing. Baik berupa KTP,SIM, maupun pasport.Saat pemerikasaan anda akan ditolak masuk kapal bila nama yang tertera di tiket berbeda dengan tanda pengenal yang anda bawa.
Inilah retribusi yang akan dikenakan kepada anda bila ada di dermaga Kartini menggunakan motor. Karena motor saya menginap saya dikenakan biaya parkir 1500, dan motor beserta helm aman sampai saya kembali.
Di pelabuhan Kartini, penumpang sudah menumpuk, baik penduduk karimun maupun para pelancong. Waktu sudah menunjukkan hampir jam 12.00, padahal jadwal keberangkatan jam 10.00, dan belum ada tanda-tanda kapal datang.Para calon mulai gelisah. anak-anak bule mulai merengek kepanasan, sementara orang-orang dewasa juga merasakan cuaca yang makin menyengat.
Tapi untunglah, tak berapa lama kemudian terdengar terompet kedatangan kapal Express Bahari yang kami tunggu. Para penumpang bersiap menuju jalan ke kapal. Rupanya hari ini kapal sangat penuh.Sehingga proses penurunan penumpang memakan waktu cukup lama. 1/2 jam belum juga usai padahal kami sudah berdiri menunggu dari setengah jam yang lalu sejak kapal datang.
Suasana di pelabuhan Kartini Jepara
Dalam perjalanan di kapal ini saya bertemu dengan turis dari berbagai negara. Ada dari Jerman, Perancis, Norwegia, Belanda, Jepang dan Malaysia. Ada beberapa diantara mereka yang cukup mahir berbahasa Indonesia. Salah satunya adalah turis jepang yang saya wawancarai ini.
Di dalam kapal, yang saya kawatirkan benar-benar terjadi. Istri saya mabok laut, muntah dari mulai masuk kapal sampai akhir tujuan. Duh sedih saya, niat untuk bersenang senang malah istri sakit.
Sampai di Karimunjawa, saya dijemput oleh seorang agen wisata yang bernama pak Kris, dengan ramah ia melayani kami berdua, menggunakan mobil miliknya kami diantar ke Homestay Brazils yang ternyata milik beliau juga.
Kesan pertama yang saya dapat saat sampai di homestay tempatnya bersih, semua perabotan bersih, pelayanan ramah dan membuat saya sedikit terhibur dengan kondisi ini.
Kapal berangkat dari pelabuhan Jepara pukul 12.30. sampai dermaga Karimunjawa tepat pukul 14.30.
Istri saya dalam kondisi lemah dan tak mungkin saya tinggal sendirian di homestay. Padahal tour laut akan segera dimulai.
Setelah minum segelas teh panas yang disediakan pemilik homestay saya tanya istri saya, mau ikut tour laut apa tidak?
Awalnya dia ragu, tapi akhirnya dia mengangguk meskipun seperti dipaksakan.
Selepas ashar pukul 15.30 tour laut pun dimulai. Saya satu rombongan 3pasang suami istri. 2 pasang dari Semarang termasuk saya dan 2 pasang berasal dari Malaysia.
Belum sembuh efek diguncang gelombang kapal, istri saya kembali diguncang ombak di atas perahu kecil, yang meliuk-liuk bergoyang ke kanan ke kiri mengikuti arah 🌊. Tak ayal kondisi ini membuat istri saya kembali mengeluarkan isi perutnya. duh ini benar-benar perjalanan wisata yang menurut saya paling menyedihkan.
Sampai di lokasi snorkeling spot Nemo, kapal kecil melempar sauh. Dari jarak puluhan meter terlihat bule-bule cantik dan dan beberapa turis lokal diperahu yang berbeda dengan santainya menikmati suasana laut dengan hanya berbikini. Meskipun sempat melihat, tapi saya tak bisa menikmati pemandangan itu seutuhnya karena kapten kapal sudah memerintahkan kami untuk segera memakai snorkeling-set yang telah dipersapkan. Awalnya saya ragu, apakah istri saya bisa menikmati suasana ini atau hanya ingin tiduran saja di atas perahu? Dan hal itu terjawab saat istri saya bergegas memakai perlengkapan snorkeling. Ia nyebur ke laut ikut beberapa sessi foto di atas air, sedangkan saya bisa menikmati semuanya baik di atas air maupun di bawah air.
Sambil menahan tubuh yang tak nyaman akhirnya istri saya berhasil juga mendapatkan gambar aksi selfi di tengah laut
Malam hari, cuaca di Karimunjawa cukup terang. Langit tampak bersahabat. Alun-alun Karimunjawa yang letaknya hanya beberapa meter dari tempat saya menginap terlihat ramai. Banyak pedagang makanan,terutama ikan bakar berjejer rapi. Kepulan asap yang menebarkan bau sedap menggelitik hidung saya. Sementara itu istri saya badannya panas. Ia tergolek lemas di pembaringan. Saya menawarkan apakah mau jalan-jalan ke alun-alun untuk menikmati kuliner? Ia menggeleng lemah seperti tak bertenaga. Dan akhirnya saya memutuskan untuk keluar sendiri. Melihat puluhan rombongan wisatawan yang asyik menikmati makan malam di bawah langit, di tengah lapangan yang luas. Sementara saya hanya bisa menahan keinginan, bagaimana saya bisa menikmati makan malam sendirian sedangkan saya datang bersama istri?
Di alun-alun saya tidak mengabadikan momen apapun karena hanya sendirian.
Di tengah lapangan saya berjumpa dengan kawan satu rombongan dari Malaysia yang siang tadi bersama melakukan tour laut. Kami pun saling tukar nomor hp dan berharap suatu hari bisa bertemu kembali.
Puas melihat-lihat suasana alun-alun, saya kembali ke penginapan dan beristirahat untuk melanjutkan tour darat ke Bukit Love.
Malam hari sejak saya sampai ke penginapan, guide sudah menyampaikan bahwa tour darat bisa dimulai lebih awal. Selain mengantisipasi hujan yang datang sewaktu-waktu juga mengantisipasi keramaian. Sebab hari minggu pasti ramai. Bukit Love salah satu tujuan favorit para wisatawan di Karimunjawa.
Pagi setelah sarapan sekira pukul 8.30 saya dengan istri bersiap berangkat.
Jalan menuju ke Bukit Love berada di ujung kampung Karimun. Jalannya sudah halus beraspal hotmic. Tak sampai 10 menit sampailah kami di bukit love.
Begitu masuk kami langsung disambut oleh seseorang yang menyebut namanya Mulyono. Ia adalah bagian tiket yang langsung menghampiri pengunjung yang datang ke bukit love. Sepuluh ribu rupiah tiket sekali masuk yang juga berfungsi sebagai kartu diskon untuk beberapa jenis barang yang yang dipasarkan di area. Dan ternyata menurut informasi mas Mulyono, bukit love adalah milik pribadi. Pemiliknya juga buka dagangan seperti kaos, tas dan souvernir khas Karimun.
Dengan ketinggian kurang lebih 100 MDPL, bukit love menyajikan pemandangan alam yang menakjubkan. Hijaunya pemandangan alam dipadu dengan exotisme pantai pulau besar membuat saya benar-benar takjub. Lalu lalang perahu kecil terlihat indah dari kejauhan. Mengingatkan betapa Maha Besar Sang Khaliq yang telah melukis alam untuk manusia .
Beberapa tugu dibangun oleh pemilik lahan. Antara lain tugu dengan tulisan LOVE dan tulisan Karimunjawa. Tempat ini menjadi lokasi paling favorit bagi para pengunjung. Orang- orang yang datang bergantian mengabadikan gambar (termasuk saya, hehehe). Seakan tak lengkap rasanya bila datang ke Karimunjawa tapi tidak foto di tempat ini.
Pagi itu udara di bukit love terasa sejuk, hujan yang datang semalaman mendinginkan suasana bukit love yang penuh bebatuan. Makin siang makin ramai pengunjung yang datang. Saya bahkan harus menunggu lama untuk bisa mengabadikan moment dengan huruf love itu. Karena sudah lelah berdiri menunggu akhirnya saya juga merangsek masuk. Mencoba mengambil gambar pribadi. Tapi rombongan lain tak juga mau beranjak pergi. Dan akhirnya mereka juga ikut hadir dalam foto-foto saya.
Oleh pak Kris guide saya, kami sudah dipesankan tiket untuk kepulangan saat itu. Waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 sementara kapal Express dijadwalkan berangkat pukul 11.00. jadi mau tidak mau saya harus segera bergegas kembali ke penginapan untuk persiapan pulang .
Kapal Express sudah tampak berayun mengikuti gelombang pantai. Setelah melewati pemeriksaan satu persatu penumpang mulai masuk ke kapal.
Begitu masuk kapal dan mendapatkan tempat duduk sesuai nomor tiket istri saya langsung memasang badan untuk tidur ( dan saya berfikir itu lebih baik, daripada terjaga tapi malah mabok sepanjang perjalanan).
Kapal melaju kencang oleng ke kanan dan kekiri. Apalagi di luar hujan deras mengguyur laut. Sehingga kapal berguncang lebih keras lagi.