Jangan Penjarakan Ide Anda Dengan Adsense



Apa sih motivasi anda menjadi blogger dan youtuber?

Soal uang Atau yang lain?
Menjadi youtuber atau Blogger  sama-sama butuh perjuangan.

Ide itu tak mungkin datang tiba-tiba. Ada proses metamorforsis dalam otak kanan dan otak kiri yang terus bekerja.

Indera yang menyerap semua informasi  dengan melihat dan mendengar, mengolahnya dalam susunan lembaran-lembaran memori.

Saat ide datang menderas, maka muncullah pemikiran-pemikiran baru mengenai objek suatu benda. Lalu lahirlah karya cipta berupa tulisan atau gambar- gambar.

Jadi Blogger atau Youtuber?

Kepada siapa pertanyaan ini ingin anda ajukan?
Bukankah anda sendiri yang jadi eksekutor?
Minat, latar belakang, bakat, dan hobby anda yang bisa menentukan pilihan anda.

Kalau anda hobby menulis, jadi Blogger akan membuat anda mendapatkan tempat menuangkan ide. Cakupan tulisan yang sangat luas tak terbatas akan membuat anda tak pernah kehabisan ide.

Masalah-masalah yang ada di sekitar kita akan jadi thema besar, dan bila diuraikan akan muncul jutaan sub thema yang akan menjadi bahan tulisan anda.

Bahkan hanya dengan membaca beberapa blog dari teman dengan thema yang sama, anda sudah bisa mereview jadi sebuah tulisan yang berbobot kaya akan makna.

Jadi Youtuber, Mengapa tidak?

Bila anda terhubung ke banyak relasi di dunia maya, dan anda hobby cekrek-cekrek upload, jadi youtuber adalah pilihan terbaik.
Moment terbaik anda di setiap kesempatan akan jadi bahan berharga di channel anda.

Video vlog,  atau peristiwa yang sengaja anda abadikan akan menjadi bahan berharga.

Maknanya jadi youtuber atau Blogger itu sama saja. Butuh proses dan perjalanan panjang serta perjuangan tanpa lelah.

Makanya  saya  sangat heran saat masih ada orang bertanya,

"Enakan mana jadi blogger atau youtuber?"

Mengasumsikan kata "enak" untuk menggapai tujuan itu sungguh sesuatu Yang absurd, tak jelas, Dan mengakibatkan kegaduhan fikir.

Saya masih ingat pesan para senior tentang "Blogger yang mata duitan" Dan "Youtuber Instant".

Dua predikat itu seakan membangunkan idealisme saya untuk berfikir logis Dan systematis.

Memang tak dipungkiri,  Aplikasi adsense yang berafiliasi pada pendapatan,  bak bunga merekah yang penuh madu yang menarik kumbang-kumbang.

Tapi untuk menuju ke sana butuh waktu yang panjang.  Banyak hal yang harus difahami, serta banyak rintangan yang harus dilalui.

Kalau bertanya enak mana? 

Dua-duanya akan terasa enak kalau anda sudah melewati rintangannya

Lalu bolehkah seseorang berharap? 

Tentu saja itu harus. Bersandar pada harapan2 itu akan membuat anda tetap tetap hidup.  Tapi Bersandar pada penghasilan itu akan membuat anda ,جمد  "jumud"  .Ide anda akan terpenjara,  

Dan motivasi anda untuk jadi orang sukses akan sirna

Bila anda seorang pemula, marilah belajar bersama. Jangan melihat para master yang telah berhasil menaklukkan dunia. Sebab sampai pada titik seperti yang anda lihat seperti itu,  mereka sudah melakukan kontemplasi dan perjuangan yang teramat panjang.

Mulailah berkarya, buka hati dan  jauhkan diri anda dari fikiran-fikiran tentang uang.

Fikiran anda sebagai publisher pemula akan terganggu bila hanya berorientasi pada uang. Dan ide anda akan terpenjara.

Teruslah berkarya, membuat konten yang menarik berupa tulisan dan video. Bila anda melakukannya secara konsisten dan mampu menjaganya, maka suatu hari pasti akan memanen hasilnya.

Terima kasih sudah membaca, jayalah Blogger dan Youtuber Indonesia

Teknik Meraih Keinginan Dengan Usaha Maksimal

Anak-anak TK, akan menjawab secara definitif bila mereka ditanya guru cita-citanya apa? jawaban yang umum adalah profesi yang mereka lihat dalam keseharian. Polisi, tentara, bidan, dokter, bahkan pilot dan pramugari.

Keinginan mereka hanya sebatas apa yang mereka ketahui dari apa yang mereka lihat. Mereka belum bisa berfikir bagaimana caranya mewujudkan cita-cita mereka, karena batas cakrawala berfikirnya memang belum memadahi.

Anda masih ingatkah dengan boneka Suzan besutan gadis cantik Ria Enes asal Surabaya yang  nge-hits pada tahun 90-an? Dengan lantang ia menyanyikan lagu yang syairnya, "cita-citaku kepengin jadi dokter". 

Dalam bahasan ilmu linguistik , anak-anak terobsesi dengan sesuatu yang nyata. Bahkan mereka mampu menterjemahkan setiap kahayalan dalam hal yang paling kongkrit.

Anda pernah mendengar berita seorang anak laki-laki yang terjun dari lantai 10 apartemen dengan mengenakan baju Superman? Atau seoranga anak laki-laki yang tega membunuh adiknya yang masih kecil karena ia bayangkan sebagai penjahat yang harus dibasmi?

Semua alenia di atas saya gunakan sebagai pembuka dalam pembahasan artikel saya kali ini. Saya ingin mengajak pembaca untuk berfikir logis dan systematis dalam upaya menggapai keinginan sebagai blogger sejati.

Ada slogan yang cukup populer yang akrab di telinga kita  Nothing Impossible. Tidak ada yang tidak mungkin. Kita orang dewasa, bukan anak-anak yang  ketika  memiliki keinginan bisa langsung terpenuhi hanya dengan meminta. Baik dengan cara merengek maupun dengan cara menangis.

Sebagai orang dewasa yang telah lengkap akal budinya, akan menolak hal-hal yang bersifat instant dan serba cepat. Sebab kita mampu berfikir bahwa segala sesuatu yang diupayakan pasti akan menampakkan hasil walaupun tidak kurang maksimal. Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita mau berusaha.

Peluang seorang blogger adalah bisa membagikan ilmu sambil belajar, yang dengan itu kita akan dibayar sesuai dengan apa yang kita upayakan.Usaha yang harus kita buat, semua sudah tersedia seluruh bahannya. Kita hanya perlu mengambil dan mengolahnya sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. 

Tiap orang memiliki kemampuan yang berbeda dalam merespon setiap hal. ada yang cepat menyerap, ada pula yang sangat lamban dalam mengolah informasi. Hal inilah yang mendasari para blogger berbeda dalam perolehan apresiasi oleh google. 

Mengetahui keinginan anda sejak awal terjun di dunia blogger adalah hal yang paling utama. Sebab itu yang nanti akan mempengaruhi pola pikir anda ke depan. Terkungkung dengan hitungan-hitungan angka di adsense, tidak akan membuat anda berkembang secara intelektual. Meskipun hal itu wajar dan anda memiliki hak untuk mendapatkannya.

Saya memiki seorang teman blogger yang sangat istimewa. Membangun blog sejak 7 tahun yang lalu, dan mendapatkan gajian pertama kali sebesar $100 pada tahun yang ke tujuh. Sejak awal membuat blog, dan ditautkan ke adsense, dia tidak pernah melihat blognya sendiri, kecuali sekedar membalas komentar yang dirasa perlu. Bahkan dia lupa, sudah berapa ratus judul artikel yang telah ia buat. Dan upaya perjuangannya ternyata tidak sia-sia, hari ini dia mengantongi 8-12juta/bulan dari hasil jerih payahnya.

Di lain tempat saya juga punya kawan blogger yang hari ini telah menginjak tahun ke-tiga kesuksesannya. Dia bercerita, bahwa tahun-tahun pertama adalah tahun perjuangan bagi blogger.

Segala jenis optimasi ia buat di tahun pertama, dan memperbanyak artikel. Ditahun kedua usahanya sudah menampakkan hasil. Dan pada tahun ketiga, ia sudah menikmati gurihnya dolar adsense tiap bulan.

Banyak diantara kita, yang ngeblog baru seumur jagung. Isi blog baru belasan. Begitu blognya tertaut adsense maka rutinitasnya hanya melihat traffic dan setiap hari manthengin tabel  klik dasbord adsense.

Berapa kalipun anda lihat, angkanya tidak akan berubah kalau anda baru saja memulainya.

Pertanyaannya, apakah salah setiap hari melihat dasbord adsense?
jawabannya jelas tidak ada yang salah. Akan tetapi, seseorang yang sedang memulai pekerjaannya kemudian setiap hari bertanya pada majikan "berapa bayaran saya?" apakah itu pantas?

Tulisan ini tidak ada maksud untuk menggurui apa melarang-larang dengan apa yang anda sukai. Tapi berkarya tanpa henti adalah jalan satu-satunya yang bisa anda tempuh. Bila tidak ada halangan, suatu hari nanti anda akan memanen dari apa yang anda usahakan.

Percayalah, seiring waktu kegembiraan anda dibayar adsense itu akan datang suatu hari. Tapi tidak sekarang. Sekarang adalah saatnya kita berkarya, memperbaiki konten, berdiskusi dengan teman-teman yang searah setujuan agar apa yang kita cita-citakan terwujud.

Bermimpilah, tapi tapi wujudkan mimpi anda dengan melakukan hal-hal yang nyata agar ada sinkronisasi antara mimpi dan kenyataan. Ibarat melangkah melewati jalur yang benar akan menuntun anda ke tempat tujuan, meskipun jalan itu panjang dan berliku, licin dan berbatu. Semulus apapun jalan yang anda lalui tapi itu bukan jalur tujuan anda, sampai kapan pun anda takkan pernah sampai tujuan.

Terima kasih sudah membaca, selamat berkarya dan sukses untuk anda


Naik Motor Ke Dieng Negeri Atas Angin

Berjalan, dan terus berjalan menikmati pengalaman hidup yang tertunda saat muda. Justru ketika usia sudah menjelang senja,hampir punya cucu, saya baru bisa mewujudkan keinginan. Naik motor berkeliling negeri.

Setelah sebelumnya ke Karimunjawa
Kali ini saya menikmati perjalanan bersama istri ke Dieng Plateau.

Persiapan

Karena saya berencana naik motor, maka yang yang saya siapkan adalah kendaraan tempur yang selama ini saya pakai. Thunder 125 tahun 2009 ini memang multi fungsi . Selain setia mengantar ke manapun saya pergi, ia juga bertugas membawa dagangan saya ke pangkalan. Makanya saya sangat menyayanginya melebihi istri saya sendiri. walah walah .. wkwkwk
Ganti oli, cek mesin,rantai ban, kelistrikan, dan semua komponen dengan  detail dilakukan. Tak lupa saya mandikan dengan kembang tujuh rupa, maksudnya biar selamat di perjalanan dan tiba di tempat tujuan dengan aman dan pulang kembali dengan kondisi utuh.

Keberangkatan

Setelah  semua persiapan termasuk bekal uang saku dan beberapa stel pakaian dimsukkan dalam tas pukul  13.00 saya berangkat dari Semarang. 
Hari Sabtu yang lumayan lengang. Maklum cuaca kurang mendukung. hujan yang turun sejak pagi menyisakan banyak persoalan. Mungkin kendaraan yang malam harinya sudah terlanjur dimandikan sayang untuk dikeluarkan, sehingga meskipun hari libur suasana sepanjang jalan Semarang-Ungaran-Bandungan, sangat lengang.Sepanjang perjalanan saya hanya menjumpai beberapa kendaraan yang lewat dari arah berlawanan nampaknya mereka dari luar kota terlihat mobil-mobil mereka penuh noda dan debu jalanan membekas sampai pulang.

Jalan Jimbaran Bandungan belum tampak ramai karena hari Sabtu dan masih siang. Biasanya kendaraan luar kota dari  arah Semarang akan memenuhi jalanan ini malam hari dan sepanjang Minggu siang sampai sore.
Motor saya pacu perlahan 40KM/jam sambil sesekali ngobrol dengan istri saya di boncengan. Pemandangan sepanjang jalan Jimbaran Bandungan mengingatkan saya di waktu kecil. Maklum saya lahir dan besar di Bandungan jadi halal benar kondisi daerah ini.

Sepanjang jalan hotel dan dan penginapan berjajar rapi seakan menarik orang-orang untuk datang  rehat. Saya pun sudah beberapa kali menikmati malam-malam romantis bersama istri di sela-sela pekerjaan saya yang menumpuk. Ya di tempat ini. Ada beberapa penginaoan murah yang semalam hanya 50-75 ribu. Dengan fasilitas tempat tidur yang nyaman dan air panas.

Sampai  di Bandungan saya melambaikan tangan ke beberapa orang yang saya kenal. Mereka adalah penduduk asli Bandungan yang bekerja sebagai karyawan hotel. Maunya sih mau belok saja dan menginap, tapi nanti nggak jadi ke Dieng dong .. hahaha.

Sampai di Sumowono kami mampir sejenak untuk menikmati makan siang. sambil bertanya pada pemilik warung jalur terbaik ke arah Dieng.
Akhirnya berdasarkan keterangan pemilik warung kami melanjutkan perjalanan dan dipesan untuk selalu bertanya kalau di jalan mengalami keraguan.

Jalur Sumowono Kaloran adalah jalur alternatif yang nyaman. Aspal halus sepanjang jalan membentang sampai ke perkebunan Kopi Tambi.  Sayang waktu itu gerimis mulai datang, sehingga saya tidak bisa melihat aktifitas para pemetik daun teh yang biasanya mulai beroperasi sejak pagi atau menjelang sore.

Keluar dari Tambi langsung menuju jalan Wonosobo Dieng. Jalan menanjak dan menikung sepanjang hampir 15KM benar-benar  membuat  saya seperti di Nirwana. Hawa segar pegunungan tanpa polusi memaksa saya membuka kaca helm dan menghirup udara pegunungan sepuas-puasnya.


Sampai di Dieng

Tak terasa perjalanan Ke Dieng dari Sumowono hanya membutuhkan waktu +- 1,5 jam.  Karena saya berangkat sendiri maka sesampainya di Dieng saya bingung juga. Bingung mau ke arah mana dulu. Soalnya selain buta peta, saya juga miskin informasi mengenai Dieng. 

Setelah menikmati semangkuk bakso berdua yang rasanya begitulah, saya kembali menstater motor dan berputar melihat-lihat suasana. Tapi karena belum ada rencana akhirnya masih saja bingung. Dan dalam kebingungan itu kami mampir ke sebuah masjid untuk sholat ashar. Setelah sholat saya segera browsing homstay murah yang ada di kawasan Dieng.

Menginap di Homestay Kemangi

Di tengah browsing informasi, saya klik sebuah nomor yang ada di Traveloka, saat dihubungi ternyata adminya langsung merespon dan memberikan lokasi teoatnya. Dan kami pun menuju ke homstay ini. Pemiliknya namanya pak Hafidz asli Jakarta tapi sudah menetap lama di Dieng. Istrinya pergi di bawa orang. Sehingga ia mengelola beberapa homstay ini sendiri dan dibantu beberapa karyawannya. Harga permalam hanya 123.000 dan kalau call langsung dengan pemiliknya tanpa aplikasi,  permalam hanya 100.000. Dan kami pun menginap di sini.

Kondisi Homestay Kemangi

Nyaman dan aman, itu kesan yang kami dapatkan saat pertama kali menginjak homestay ini. 
Pertama kali datang langsung diberi dua kunci. Kunci kamar dan kunci pintu rumah. Homestay Kemangi ada 4 kamar, satu untuk pemilik rumah dan satu lagi dan 3 kamar yang ada di lantai 2 disewakan untuk para pelancong.

Sprei cantik,  penutup bantal guling yang coraknya senada menghiasi kamar yang kami pesan. Tak lupa selimut tebal dan lebar membuat kami berdua merasa lebih nyaman lagi.

Di dapur oleh pemilik rumah sudah disediakan alat masak sederhana tetapi sangat lengkap . Jadi untuk satu keluarga yang ingin menikmati masakan sendiri tidak perlu khawatir karena alat masak sudah disediakan termasuk gas LPG yang selalu penuh.

Kamar mandi dengan air asli pegunungan yang super dingin bisa anda nikmati setiap saat. Dan pemilik rumah melengkapi melengkapi kamar mandi yang ada di lantai saatmtu dan dua dengan fasilitas air panas.

Ruangan yang lega, tersedia TV dan sound system' ruangan. Nyaman untuk berkaraoke bersama keluarga. Kalau gambar di TV kurang lebar pemilik rumah juga menyediakan menyediakan mini LCD yang bisa disorotkan ke tembok.

Tempat ini juga menyediakan ekstra bed. Semalam hanya perlu tambahan Rp.25.000/buah . Jadi jangan kawatir bagi rombongan keluarga takkan kekurangan alas tidur.


Memulai Tur

Tidak ada rencana, tidak ada jadwal. Itu yang kami rasakan saat di Dieng. Malam hari teman satu rumah yang berasal dari kebumen, dan sepertinya pengantin baru, mengajak kami untuk menikmati sunrise di bukit Si Kunir. 
Tapi sayang saya bangun terlambat. Sehingga keinginan itu hanya tertahan sampai entah kapan bisa mewujudkannya lagi.

Candi Pandawa

Pukul 07.00 setelah sarapan yang dicarikan oleh istri , kami berangkat berkeliling Dieng menggunakan sepeda motor. Tak lupa pamit pada pemilik rumah bahwa kami akan menyelesaikan tur hanya sampai dhuhur. 
Tujuan pertama kami langsung menuju candi Pandawa yang letaknya tak jauh dari homestay.  
Memasuki area parkir lokasi masih sangat sepi hanya ada satu dua orang pekerja. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menuju tempat pembelian tiket masuk. Tak mahal, di loket pembelian tiket hanya tertulis angka rp.15.000. Tapi saya tengok kanan kiri tak ada seorangpun penjaga . Jadi kami langsung masuk saja. Puluhan meter jalan mengarah ke Candi Puntadewa , menyajikan panorama taman surga yang memukau . Kiri kanan jalan paving yang tertata rapi terhampar taman bunga berbagai jenis yang memanjakan mata .
Menurut keterangan yang saya peroleh dari internet, setiap pemgunjung yang datang ke Candi Pandawa diharuskan melilitkan kain kotak-kotak di pinggang yang disediakan oleh penjaga. Tapi saat itu tidak ada seorang penjaga pun yang kami jumpai . Sehingga kami terus saja melanjutkan perjalanan sampai ke pelataran Candi . 

Sepi, dan terasa ada aroma magis saat kami sampai di lokasi . Candi yang utuh dengan halaman yang luas serta hamparan batu-batu bahan candi seperti bercerita akan sebuah peradaban masa lalu yang penuh kejayaan. 
Kami tak lama menghabiskan waktu di tempat ini dan segera beranjak untuk menikmati lokasi berikutnya. 
Candi Gatotkaca ada di luar area . Dan kami sejenak menikmatinya .


Museum Kailasa

Kata orang tak lengkap rasanya kalau ke Dieng tapi tidak mampir ke Museum Kailasa . Lokasinya persis di depan area parkir Candi Pandawa.jadi tinggal menyebarang jalan saja, maka sampailah kami. 
Hari itu hari Senin, dan waktu masih pagi. Kata orang-orang sekeliling museum akan dibuka pukul 08.00. Tapi saya menunggu sampai jam 08.00 lewat tak ada satu pintu pun yang terbuka. Bahkan gedung teater yang katanya menyediakan Fim tentang sejarah Dieng gagak kami nikmati . 
Akhirnya kami hanya berjalan saja sampai ke puncak bukit menikmati udara pagi yang sangat sejuk dengan suguhan pemandangan kota Dieng yang sangat indah 

Kawah Sikidang 

Dengan tiket rp.15.000 /0rang yang ditarik oleh penjaga di luar area kawah kami memasuki lokasi Kawah Sikidang. Aroma belerang yang menyengat membuat saya penasaran untuk segera bisa sampai lokasi . Hamparan batu-batu terjal sepanjang mata memandang tersuguh di depan mata. Kami pun terus berjalan memasuki area kawah . Bagi pengunjung yang ingin menikmati lokasi dengan kendaraan di dalam ada persewaan. Sepeda motor yang hanya disewa rp.50.000 untuk sekali pakai . Di dalam juga disediakan. Lokasi untuk foto-foto selfie.

Yang paling berkesan adalah lokasi inti kawah Sikidang. Berdiameter puluhan meter kawah ini mengeluarkan asap sepanjang masa. Suara menggelegak dari air belerang yang panas alami terdengar sampai radius beberapa puluh meter. Di tempat ini ada lokasi favorit para pelancong yaitu tempat rebus telur kawah .
Saya tidak hanya menikmati telurnya tapi juga menikmati prosesnya dengan memasukkan sendiri telur ke dalam kawah. Harganya 1 butir rp.5000 dan saya menikmati 2 butir.


Bertemu Pawang Burung Hantu 

Matahari makin meninggi. Cuaca makin terik kami segera beranjak bersiap meninggalkan lokasi kawah Sikidang. 
Dalam perjalanan saya bertemu dengan orang lokal yang sepertinya menyediakan spot khusus untuk pengunjung yang ingin berfoto dengan burung hantu peliharaannya.
Dan momen ini saya abadikan dalam sebuah tayangan video.



Telaga Warna

Lokainya tak jauh dari kawah Sikidang  hanya beberapa puluh meter. Memasuki lokasi ini juga dengan merogoh kocek Rp.15.000/orang .
Lorong panjang dengan petunjuk jalan yang mengarah ke segala arah pasti membuat siapapun penasaran untuk bisa sampai tujuan. Di tempat ini selain menikmati suasana telaga yang nyaman dan sejuk saya juga berkeliling area telaga antara lain ke Goa Pengantin, goa Semar dan lain- lain. Dan Gambarannya semua sudah terangkum dalam video di bawah ini .


Dan itulah sekelumit kisah perjalanan saya naik motor ke Dieng bersama istri yang tentunya akan bermanfaat bagi para pembaca. Selamat menikmati perjalanan wisata anda.  





Naik Motor Menikmati Trip 2 hari 1 Malam Karimunjawa


Boleh dibilang ini perjalanan wisata naik motor terjauh yang pernah saya lakukan sejak menikah. Sebelumnya saya hanya ngubek-ubek sekitar Semarang- Salatiga- Yogya-Gunungpati.

Dan perjalanan ini terasa sangat berkesan karena sampai 3 hari setelah pulang saya masih merasakan panasnya bokong saya yang nempel di jok motor hampir 12 jam.

Begini kisah perjalanannya :


Saya sebenarnya berniat touring bersama istri ke Cirebon, sekalian menengok saudara di sana. Tapi ditengah perjalanan kami memutuskan untuk ke Karimunjawa sekalian menengok cucu keponakan saya yang ada di sana.

Singkat cerita malam itu Jumat bakda Maghrib 22 Maret 2019, kami berangkat dengan persiapan seadanya. Pakaian beberapa stel dan tak lupa kami bawa sekedar ongkos perjalanan. Motor saya Suzuki Thunder 2009 sudah saya servis dan ganti oli sebelumnya telah siap digeber.

19.30 Wib dalam keadaan hujan gerimis saya memacu motor perlahan, melewati kota Semarang yang masih cukup ramai, rute melewati Genuk yang penuh kubangan air benar-benar membuat celana saya basah oleh air rob dan terasa gatal di kaki.

Sebelumnya saya kurang ngeh kalau melewati Trengguli bisa mencapai kota Jepara lebih dekat. Jadi sesampainya di Demak saya terus saja menuju ke arah Kudus. Dan di sinilah malapetaka terjadi, di Kudus saya salah mengambil jalan sehingga masuk ke jalan-jalan kampung yang justru membawa saya kembali menuju ke arah Demak. Untung saja di jalan kami bertemu dengan orang baik yang mau menunjukkan arah ke kota Jepara.

Di perjalanan kami mampir menikmati Mie Jowo di perbatasan Kudus-Jepara yang ternyata penjualnya orang dari Purwodadi, sehingga ditanya lokasi ATM sekitar situ saja tidak tahu.

Perjalanan Semarang-Jepara (karena nyasar), memakan waktu hampir 5 jam yang seharusnya hanya butuh waktu sekitar 2 jam.

Sesampai di Jepara saya langsung menuju ke arah pantai Kartini, dan mencari penginapan. Akhirnya didapatlah sebuah penginapan dengan bangunan tua yang dari luar terkesan bagus, tapi begitu masuk ke kamar yang kami pesan.. wow.. jauh dari harapan.

Kalau di daerah Bandungan Hotel dengan harga 125K/malam kita sudah dapat fasilitas kamar yang bersih, selimut yang lebar dan tebal, serta fasilitas mandi air panas yang sangat nyaman.

Di Hotel Segoro Jepara ini kami dapat kamar seharga 180K/mlm, terlihat kamarnya sangat kumuh, cat tembok yang sudah mulai pudar, sprei terlihat kotor banyak bercak, dan selimut tipis yang tak nyaman bila dipakai berdua. Kamar mandi juga tidak terasa nyaman, karena kebetulan kran airnya bocor, jadi semalaman kami beristirahat sambil menyimak suara kran air tik tok tik tok .sampai pagi.

Tapi meskipun kondisi kamarnya begitu kami masih bisa terhibur karena pagi hari terakhir tersedia sarapan berapa nasi rames seadanya, roti bakar, teh, dan kopi.

Jam 09.00 perjalanan kami lanjutkan menuju ke Pelabuhan Kartini. Melalui no WA seorang perantara wisata yang yang saya dapat dari internet, saya berkenalan dengan seorang TL yang bernama Ali, yang sampai saya pulang tidak pernah melihat sekalipun wajahnya seperti apa.

Dari mas Ali itulah saya mendapatkan informasi singkat mengenai trip ke Karimunajawa. Awalnya ia akan menemui saya di warung Bu Bambang yang ada persis di dekat dermaga, tapi sampai kapalnya berangkat ia tak pernah kelihatan.

Melalui pesan WA saya order perjalanan 2 hari 1 malam dan mendapatkan informasi seperti di bawah ini.

PAKET HOMESTAY AC


HARGA :


#Via Kapal Feri Siginjai PP.
2Hari 1Malam Rp 650.000,-
3Hari 2Malam Rp 950.000,-
4Hari 3Malam Rp 1.250.000,-

#Via Kapal Express Bahari - Feri Siginjai (Mix).
2Hari 1Malam Rp 725.000,-
3Hari 2Malam Rp 1.025.000,-
4Hari 3Malam Rp 1.325.000,-

#Via Kapal Express Bahari PP.
2Hari 1Malam Rp 800.000,-
3Hari 2Malam Rp 1.100.000,-
4Hari 3Malan Rp 1.400.000,-

FASILITAS :


*Tiket kapal penyeberangan PP.
*Mobil penjemputan pelabuhan - penginapan.
*Kamar homestay AC 1 kmr isi 2 orang.
*Makan prasmanan sesuai jadwal (2D1N 3x, 3D2N 5x, 4D3N 7x).
*Barbeque (3h2m 1x, 4h3m 2x).
*Perahu wisata untuk tour laut.
*HTM obyek wisata, sesuai destinasi.
*Alat snorkeling, pelampung & alat p3K.
*Air mineral & buah segar saat tour laut.
*Dokumentasi bawah & atas air.
*Guide darat berpengalaman.
*Guide HPI bersertifikat.
*Makanan ikan hias.
*Retribusi pelabuhan Jepara.
*Retribusi pelabuhan Karimunjawa.
*Retribusi dermaga wisata karimunjawa.

NOTE :

- Harga perorang, pendaftaran minimal 2 orang.
- Harga sudah termasuk PPN.

PAKET HOMESTAY AC


HARGA :

#Via Kapal Feri Siginjai PP.
2Hari 1Malam Rp 650.000,-
3Hari 2Malam Rp 950.000,-
4Hari 3Malam Rp 1.250.000,-

#Via Kapal Express Bahari - Feri Siginjai (Mix).
2Hari 1Malam Rp 725.000,-
3Hari 2Malam Rp 1.025.000,-
4Hari 3Malam Rp 1.325.000,-

#Via Kapal Express Bahari PP.
2Hari 1Malam Rp 800.000,-
3Hari 2Malam Rp 1.100.000,-
4Hari 3Malan Rp 1.400.000,-

FASILITAS :

*Tiket kapal penyeberangan PP.
*Mobil penjemputan pelabuhan - penginapan.
*Kamar homestay AC 1 kmr isi 2 orang.
*Makan prasmanan sesuai jadwal (2D1N 3x, 3D2N 5x, 4D3N 7x).
*Barbeque (3h2m 1x, 4h3m 2x).
*Perahu wisata untuk tour laut.
*HTM obyek wisata, sesuai destinasi.
*Alat snorkeling, pelampung & alat p3K.
*Air mineral & buah segar saat tour laut.
*Dokumentasi bawah & atas air.
*Guide darat berpengalaman.
*Guide HPI bersertifikat.
*Makanan ikan hias.
*Retribusi pelabuhan Jepara.
*Retribusi pelabuhan Karimunjawa.
*Retribusi dermaga wisata karimunjawa.

NOTE :

- Harga perorang, pendaftaran minimal 2 orang.
- Harga sudah termasuk PPN.

PAKET HOMESTAY AC


HARGA :

#Via Kapal Feri Siginjai PP.
2Hari 1Malam Rp 650.000,-
3Hari 2Malam Rp 950.000,-
4Hari 3Malam Rp 1.250.000,-

#Via Kapal Express Bahari - Feri Siginjai (Mix).
2Hari 1Malam Rp 725.000,-
3Hari 2Malam Rp 1.025.000,-
4Hari 3Malam Rp 1.325.000,-

#Via Kapal Express Bahari PP.
2Hari 1Malam Rp 800.000,-
3Hari 2Malam Rp 1.100.000,-
4Hari 3Malan Rp 1.400.000,-

FASILITAS :

*Tiket kapal penyeberangan PP.
*Mobil penjemputan pelabuhan - penginapan.
*Kamar homestay AC 1 kmr isi 2 orang.
*Makan prasmanan sesuai jadwal (2D1N 3x, 3D2N 5x, 4D3N 7x).
*Barbeque (3h2m 1x, 4h3m 2x).
*Perahu wisata untuk tour laut.
*HTM obyek wisata, sesuai destinasi.
*Alat snorkeling, pelampung & alat p3K.
*Air mineral & buah segar saat tour laut.
*Dokumentasi bawah & atas air.
*Guide darat berpengalaman.
*Guide HPI bersertifikat.
*Makanan ikan hias.
*Retribusi pelabuhan Jepara.
*Retribusi pelabuhan Karimunjawa.
*Retribusi dermaga wisata karimunjawa.

NOTE :

- Harga perorang, pendaftaran minimal 2 orang.
- Harga sudah termasuk PPN.

PAKET HOMESTAY AC


HARGA :

#Via Kapal Feri Siginjai PP.
2Hari 1Malam Rp 650.000,-
3Hari 2Malam Rp 950.000,-
4Hari 3Malam Rp 1.250.000,-

#Via Kapal Express Bahari - Feri Siginjai (Mix).
2Hari 1Malam Rp 725.000,-
3Hari 2Malam Rp 1.025.000,-
4Hari 3Malam Rp 1.325.000,-

#Via Kapal Express Bahari PP.
2Hari 1Malam Rp 800.000,-
3Hari 2Malam Rp 1.100.000,-
4Hari 3Malan Rp 1.400.000,-

FASILITAS :


*Tiket kapal penyeberangan PP.
*Mobil penjemputan pelabuhan - penginapan.
*Kamar homestay AC 1 kmr isi 2 orang.
*Makan prasmanan sesuai jadwal (2D1N 3x, 3D2N 5x, 4D3N 7x).
*Barbeque (3h2m 1x, 4h3m 2x).
*Perahu wisata untuk tour laut.
*HTM obyek wisata, sesuai destinasi.
*Alat snorkeling, pelampung & alat p3K.
*Air mineral & buah segar saat tour laut.
*Dokumentasi bawah & atas air.
*Guide darat berpengalaman.
*Guide HPI bersertifikat.
*Makanan ikan hias.
*Retribusi pelabuhan Jepara.
*Retribusi pelabuhan Karimunjawa.
*Retribusi dermaga wisata karimunjawa.

NOTE :

- Harga perorang, pendaftaran minimal 2 orang.
- Harga sudah termasuk PPN.

Setelah membaca informasi ini saya segera membeli tiket untuk dua orang.Bagi anda yang hendak ke Karimunjawa hendaklah selalu membawa kartu identitas anda. Karena pembelian tiket kapal menggunakan nama yangb terdapat dalam kartu identitas masing-masing. Baik berupa KTP,SIM, maupun pasport.Saat pemerikasaan anda akan ditolak masuk kapal bila nama yang tertera di tiket berbeda dengan tanda pengenal yang anda bawa.



Inilah retribusi yang akan dikenakan kepada anda bila ada di dermaga Kartini menggunakan motor. Karena motor saya menginap saya dikenakan biaya parkir 1500, dan motor beserta helm aman sampai saya kembali.

Di pelabuhan Kartini, penumpang sudah menumpuk, baik penduduk karimun maupun para pelancong. Waktu sudah menunjukkan hampir jam 12.00, padahal jadwal keberangkatan jam 10.00, dan belum ada tanda-tanda kapal datang.Para calon mulai gelisah. anak-anak bule mulai merengek kepanasan, sementara orang-orang dewasa juga merasakan cuaca yang makin menyengat.

Tapi untunglah, tak berapa lama kemudian terdengar terompet kedatangan kapal Express Bahari yang kami tunggu. Para penumpang bersiap menuju jalan ke kapal. Rupanya hari ini kapal sangat penuh.Sehingga proses penurunan penumpang memakan waktu cukup lama. 1/2 jam belum juga usai padahal kami sudah berdiri menunggu dari setengah jam yang lalu sejak kapal datang.

Suasana di pelabuhan Kartini Jepara

Dalam perjalanan di kapal ini saya bertemu dengan turis dari berbagai negara. Ada dari Jerman, Perancis, Norwegia, Belanda, Jepang dan Malaysia. Ada beberapa diantara mereka yang cukup mahir berbahasa Indonesia. Salah satunya adalah turis jepang yang saya wawancarai ini.


Di dalam kapal, yang saya kawatirkan benar-benar terjadi. Istri saya mabok laut, muntah dari mulai masuk kapal sampai akhir tujuan. Duh sedih saya, niat untuk bersenang senang malah istri sakit.

Sampai di Karimunjawa, saya dijemput oleh seorang agen wisata yang bernama pak Kris, dengan ramah ia melayani kami berdua, menggunakan mobil miliknya kami diantar ke Homestay Brazils yang ternyata milik beliau juga.

Kesan pertama yang saya dapat saat sampai di homestay tempatnya bersih, semua perabotan bersih, pelayanan ramah dan membuat saya sedikit terhibur dengan kondisi ini.

Kapal berangkat dari pelabuhan Jepara pukul 12.30. sampai dermaga Karimunjawa tepat pukul 14.30.

Istri saya dalam kondisi lemah dan tak mungkin saya tinggal sendirian di homestay. Padahal tour laut akan segera dimulai.

Setelah minum segelas teh panas yang disediakan pemilik homestay saya tanya istri saya, mau ikut tour laut apa tidak?

Awalnya dia ragu, tapi akhirnya dia mengangguk meskipun seperti dipaksakan.

Selepas ashar pukul 15.30 tour laut pun dimulai. Saya satu rombongan 3pasang suami istri. 2 pasang dari Semarang termasuk saya dan 2 pasang berasal dari Malaysia.

 
Beginilah keakraban anggota rombongan di tengah lautan lepas

Belum sembuh efek diguncang gelombang kapal, istri saya kembali diguncang ombak di atas perahu kecil, yang meliuk-liuk bergoyang ke kanan ke kiri mengikuti arah 🌊. Tak ayal kondisi ini membuat istri saya kembali mengeluarkan isi perutnya. duh ini benar-benar perjalanan wisata yang menurut saya paling menyedihkan.

Sampai di lokasi snorkeling spot Nemo, kapal kecil melempar sauh. Dari jarak puluhan meter terlihat bule-bule cantik dan dan beberapa turis lokal diperahu yang berbeda dengan santainya menikmati suasana laut dengan hanya berbikini. Meskipun sempat melihat, tapi saya tak bisa menikmati pemandangan itu seutuhnya karena kapten kapal sudah memerintahkan kami untuk segera memakai snorkeling-set yang telah dipersapkan. Awalnya saya ragu, apakah istri saya bisa menikmati suasana ini atau hanya ingin tiduran saja di atas perahu? Dan hal itu terjawab saat istri  saya bergegas memakai perlengkapan snorkeling. Ia nyebur ke laut ikut beberapa sessi foto di atas air, sedangkan saya bisa menikmati semuanya baik di atas air maupun di bawah air.

Sambil menahan tubuh yang tak nyaman akhirnya istri saya berhasil juga mendapatkan gambar aksi selfi di tengah laut

Dan di bawah ini adalah angel foto yang berhasil saya dapatkan.










Menurut informasi pak Kris, kondisi spot Nemo saat ini sangat berbeda dengan beberapa tahun lalu. Banyaknya pemburu ikan dengan menggunakan pasher ( tembakan panah) membuat ikan yang besar tak terlihat lagi di spot Nemo. Itu terbukti saat saya menyelam saya hanya menjumpai ikan Nemo dan teman-teman ikan kecilnya yang yang tidak seberapa banyak.





Tapi apapun kondisinya, saya tetap merasa puas. karena perjalanan ini berjalan begitu saja tanpa rencana dan persiapan matang.

Trip Kedua ke Pulau Menjangan Kecil
Setelah puas menikmati keindahan bawah laut di spot Nemo, kami dihantarkan guide menuju pulau Menjangan Kecil. Keindahan pulau sudah tampak dari radius beberapa mil. Terlihat hamparan pasir putih yang menggoda seakan mengajak saya untuk bercengkerama dengan keindahannya.

Gambaran suasana di pulau menjangan kecil


Perahu yang kami tumpangi pun pelan-pelan merapat ke dermaga.



 Kepala guide mengisyaratkan untuk mempersiapkan uang 20k untuk biaya tiket masuk. Benar saja, saat memasuki area pulau seorang perempuan muda mencegat kami dan menyodorkan tiket yang tertera angka 20k untuk sekali masuk.



Memasuki gerbang Pulau Menjangan Kecil saya melihat kerumunan orang yang berdiri di seputaran kolam yang yang berpagar jaring. Nampak dari atas banyak orang mengabadikan foto. Penasaran saya mendekat dan ternyata ini adalah kolam hiu. Nampak dari atas kolam puluhan anakan hiu berenang diantara orang-orang yang berjalan mengitari kolam. Mereke sepertinya ingin mengambil angel terbaik dan mencoba menyentuh ikan hiu yang sedang berenang.

Saya pun turun membawa hp untuk ikut mengabadikan momen ini. Namun sayang gambar yang dihasilkan belum bisa mewakili bahwa saya berada di kolam hiu. Sebab cukup sulit mengambil gambar saat hiu lewat di depan, karena hiu tak terlihat dari atas air saat lewat di depan saya. Hp saya serahkan pada istri saya agar bisa mengabadikan saat saya menyentuh hiu. Tapi sama saja, dalam jarak beberapa metrer dari saya berdiri ikan hiu tetap tampak.  Saya mencoba dengan memegang salah satu hiu yang melewati saya. Namun tiba-tiba ada orang yang berteriak "jangan dipegang mas, nanti hiunya marah dan bakal menggigit tangan anda". Dan saya pun tidak mengulangi lagi.

Keluar dari kolam hiu, saya bersama istri berjalan bergandengan menyusuri pasir putih di sepanjang pantai. Nampak puluhan rombongan beraktifitas, berlarian di bibir pantai, berfoto bersama dan mengambil spot ayunan yang tersedia di sana. Saya pun sabat menanti menunggu giliran berfoto seperti orang-orang itu.

Dan inilah foto-foto dan video yang berhasil saya abadikan di pulau Menjangan kecil.









Ada hal istimewa saat saya bersama istri mengabadikan momen di Pantai Menjangan kecil. Saat melakukan snorkeling, kaki saya banyak terluka terkena karang. Sehingga saat mengambil foto di pulau Menjangan beberapa kali saya berteriak aduh, karena beberapa ikan kecil menggigit kulit kaki saya yang terluka.

Di tempat ini saya juga sempat berenang beberapa puluh meter ke tengah laut. Tapi sayang, istri yang saya suruh merekam hanya bisa mengambil beberapa gambar. Soalnya saat syuting videonya lupa menghidupkan kameranya.

Tour laut berakhir menjelang maghrib. Rombongan wisatawan satu persatu meninggalkan pulau. Kami pun kembali menaiki perahu. Di pelabuhan kami sempat sejenak menikmati sunset dan inilah suasana singkat yang berhasil kami abadikan.


Dan selanjutnya kembali ke penginapan masing-masing  untuk mandi, menikmati makan malam, dan beristirahat.

Alun-alun Kota Karimunjawa

Malam hari, cuaca di Karimunjawa cukup terang. Langit tampak bersahabat. Alun-alun Karimunjawa yang letaknya hanya beberapa meter dari tempat saya menginap terlihat ramai. Banyak pedagang makanan,terutama ikan bakar berjejer rapi. Kepulan asap yang menebarkan bau sedap menggelitik hidung saya. Sementara itu istri saya badannya panas. Ia tergolek lemas di pembaringan. Saya menawarkan apakah mau jalan-jalan ke alun-alun untuk menikmati kuliner? Ia menggeleng lemah seperti tak bertenaga. Dan akhirnya saya memutuskan untuk keluar sendiri. Melihat puluhan rombongan wisatawan yang asyik menikmati makan malam di bawah langit, di tengah lapangan yang luas. Sementara saya hanya bisa menahan keinginan, bagaimana saya bisa menikmati makan malam sendirian sedangkan saya datang bersama istri?

Di alun-alun saya tidak mengabadikan momen apapun karena hanya sendirian.
Di tengah lapangan saya berjumpa dengan kawan satu rombongan dari Malaysia yang siang tadi bersama melakukan tour laut. Kami pun saling tukar nomor hp dan berharap suatu hari bisa bertemu kembali.

Puas melihat-lihat suasana alun-alun, saya kembali ke penginapan dan beristirahat untuk melanjutkan tour darat ke Bukit Love.

Trip ke-3 Bukit Love

Malam hari sejak saya sampai ke penginapan, guide sudah menyampaikan bahwa tour darat bisa dimulai lebih awal. Selain mengantisipasi hujan yang datang sewaktu-waktu juga mengantisipasi keramaian. Sebab hari minggu pasti ramai. Bukit Love salah satu tujuan favorit para wisatawan di Karimunjawa.

Pagi setelah sarapan sekira pukul 8.30 saya dengan istri bersiap berangkat.
Jalan menuju ke Bukit Love berada di ujung kampung Karimun. Jalannya sudah halus beraspal hotmic. Tak sampai 10 menit sampailah kami di bukit love.


Begitu masuk kami langsung disambut oleh seseorang yang menyebut namanya Mulyono. Ia adalah bagian tiket yang langsung menghampiri pengunjung yang datang ke bukit love.  Sepuluh ribu rupiah tiket sekali masuk yang juga berfungsi sebagai kartu diskon untuk beberapa jenis barang yang yang dipasarkan di area. Dan ternyata menurut informasi  mas Mulyono, bukit love adalah milik pribadi. Pemiliknya juga buka dagangan seperti kaos, tas dan souvernir khas Karimun.



Dengan ketinggian kurang lebih 100 MDPL, bukit love menyajikan pemandangan alam yang menakjubkan. Hijaunya pemandangan alam dipadu dengan exotisme pantai pulau besar membuat saya benar-benar takjub. Lalu lalang perahu kecil terlihat indah dari kejauhan. Mengingatkan betapa Maha Besar Sang Khaliq yang telah melukis alam untuk manusia .
















Beberapa tugu dibangun oleh pemilik lahan. Antara lain tugu dengan tulisan LOVE dan tulisan Karimunjawa. Tempat ini menjadi lokasi paling favorit bagi para pengunjung. Orang- orang yang datang bergantian mengabadikan gambar (termasuk saya, hehehe). Seakan tak lengkap rasanya bila datang ke Karimunjawa tapi tidak foto di tempat ini.

Pagi itu udara di bukit love terasa sejuk, hujan yang datang semalaman mendinginkan suasana bukit love yang penuh bebatuan. Makin siang makin ramai pengunjung yang datang. Saya bahkan harus menunggu lama untuk bisa mengabadikan moment dengan huruf love itu. Karena sudah lelah berdiri menunggu akhirnya saya juga merangsek masuk. Mencoba mengambil gambar pribadi. Tapi rombongan lain tak juga mau beranjak pergi. Dan akhirnya mereka juga ikut hadir dalam foto-foto saya.




Oleh pak Kris guide saya, kami sudah dipesankan tiket untuk kepulangan saat itu. Waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 sementara kapal Express dijadwalkan berangkat pukul 11.00. jadi mau tidak mau saya harus  segera bergegas kembali ke penginapan untuk persiapan pulang .
Sampai di penginapan masih jam 09.00 lebih sedikit, rencananya kami akan ke alun-alun Karimun untuk beli oleh-oleh. Tapi sayang gerimis agak besar menghiasi Karimun sehingga para pedagang tak ada satupun yang terlihat.

Pelabuhan Karimunjawa

Sambil menunggu waktu saya bersama istri berfoto-foto di pelabuhan. Asal anda tahu pelabuhan Karimun ada dua loh. Dermaga yang ada di ujung pulau adalah tempat bersandar kapal-kapal besar juga kapal penumpang antar pulau. Sedangkan dermaga satunya lagi digunakan untuk bersandar perahu-perahu wisata yang akan menghantar para pelancong yang akan  melakukan tour laut ke pulau-pulau sekitar Karimun.

Dan kami mengambil beberapa angel foto di dermaga tempat berlabuhnya perahu-perahu wisata. Gerimis, bahkan nyaris lebat air yang turun hari ini. Tapi tak menyurutkan langkah kami untuk mengabadikan momen.











Waktu sudah menunjukkan pukul 10.30. saya segera balik ke penginapan dan kembali diantar pak Kris ke pelabuhan Kartini.
Kapal Express sudah tampak berayun mengikuti gelombang pantai. Setelah melewati pemeriksaan satu persatu penumpang mulai masuk ke kapal.
Begitu masuk kapal dan mendapatkan tempat duduk sesuai nomor tiket istri saya langsung memasang badan untuk tidur ( dan saya berfikir itu lebih baik, daripada terjaga tapi malah mabok sepanjang perjalanan).
Kapal melaju kencang oleng ke kanan dan kekiri. Apalagi di luar hujan deras mengguyur laut. Sehingga kapal berguncang lebih keras lagi.




Tak terasa dua jam kapal berlayar dan sampai di Dermaga  Kartini Jepara dengan selamat. Kami pun segera turun dari kapal. Menuju tempat parkir untuk mengambil motor yang saya titipkan . Dan saat itu juga kami langsung bertolak ke Semarang.

Perjalanan balik ke Semarang

Sebelum pulang kami mampir ke ke Desa Slagi yang masih ada di Kabupaten Jepara menjumpai cucu keponakan. Setelah menikmati makan malam kami pamit dan melanjutkan perjalanan ke Semarang.

Jarak dari dermaga Kartini sampai ke desa Slagi sebenarnya tidak terlalu jauh. Berdasarkan petunjuk google maps hanya membutuhkan waktu tempuh tak sampai 1 jam. Tapi waktu mau balik lagi ke Semarang, pengalaman nyasar itu terulang lagi. Saya sudah mencoba fokus mengambil jalan ke arah Semarang. Tapi mungkin karena nasib atau apa lagi-lagi jalan yang saya ambil mengarah lagi ke Kota Jepara, bahkan nyasar juga sampai pantai Bandengan. hahaha.

cucu cantik di jepara
Untuk mendinginkan pikiran kami mampir ke warung kecil di dekat alun-alun kota Jepara sambil bertanya arah Semarang. Dan berdasarkan petunjuk pemilik warung sampailah kami di jalan raya Semarang-Jepara via Trengguli dengan kondisi jalan yang sudah sangat bagus.

Pukul 22.00 kami sampai rumah dengan selamat  dan berharap suatu hari nanti bisa touring lagi ke destinasi wisata nasional yang lebih jauh. Mumpung masih bisa dan masih ada kesempatan.

Dan itulah pengalaman saya naik motor Semarang Karimunjawa PP. Kesannya melelahkan, menyenangkan, dan menyehatkan.

Semoga pengalaman saya bersama istri naik motor ke Karimunjawa ini menjadi inspirasi bagi siapapun yang membacanya

Rencananya setelah lebaran nanti kami berkunjung ke Pulau Bali dan Madura dengan mengendarai sepeda motor juga.

Yang berminat boleh gabung nih untuk berangkat bareng. Silahkan japri saya di nomor 083842785168

Atau anda ingin sekedar bertanya  tentang biaya di karimunjawa boleh juga, saya siap menghubungkan anda dengan orang-orang yang melayani saya selama di Karimunjawa