Anda suka membaca koran?
Bagian mana yang paling anda sukai dari koran?
Foto-foto artis, cerpen, iklan, atau berita?
Pada intinya koran itu memuat berita. sedangkan bagian lain hanyalah sebagai pendukung.
Koran bisa hadir setiap hari karena perjuangan para kuli tinta yang
dengan semangat dan penuh dedikasi, melakukan investigasi dan mengolah
data menjadi berita.
Apa yang anda fikirkan tentang para kuli tinta? Sebuah nama yang keren
bagi para pencari berita. Wartawan, jurnalis, nyamuk pers, adalah
nama-nama unik yang disematkan pada profesi mereka.
Para wartawan menulis berita diregulasi oleh undang- undang informasi. Mereka tunduk pada peraturan dan kode jurnalistik. Para wartawan harus menuliskan berita yang faktual. Sesuai fakta dan data di lapangan. Menyampaikan berita berdasarkan asumsi sambil menunggu kelengkapan data itu boleh. Tapi menulis berita faktual dengan opini tidak diperkenankan.
Informasi apapun harus tetap berdasarkan data dan fakta yang diperolep
berupa foto, keterangan pelaku, saksi, petugas kepolisian, ataupun
fihak rumah sakit.
Tulisan wartawan berita biasanya wujud dalam piramida terbalik. Yaitu berupa beberapa alinea inti di paragraf awal atau disebut lead, dan dan alenia tambahan yang berupa paragraf pendukung pada bagian berikutnya.
Dengan system tulisan berupa piramida terbalik maka akan memudahkan pembaca mengetahui informasi sejak dari awal membaca. Dan mendapatkan tambahan informasi pendukung ketika melanjutkan membaca.
Tulisan wartawan juga mengandung prinsip 5w+1h. Yaitu What, why, where, when, who, dan how.
Berikut ini rinciannya:
1. What-Apa
Ini adalah yang terpenting dari sebuah berita. Menunjukkan. Materi objek . Pertanyaan berupa What itu akan menggali informasi sebuah objek yang akan mengerucutkan pembahasan pada kategori dan definisi.
-Apa kejadianya
-Apa maksudnya
-Aoa motifnya
-Apa yang dilakukan
-Aoa motifnya
-Apa yang dilakukan
Dan masih banyak lagi materi berita yang bisa digali dengan kata what.
Seorang ilmuwan untuk mengatakan tentang sesuatu dari pertanyaan what
akan melakukan riset, bahkan sampai puluhan tahun agar apa yang ia cari
tentang what ini dapat terjawab.
Variable yang dapat dari riset itu
dikumpulkan
dan dan diolah, lalu muncul sebuah deskripsi dari sebuah
kategori. Untuk memfinalkan semua itu para ilmuwan harus berdiri di
hadapan penguji, hingga hasil karyanya tentang what bisa muncul
sebagai sebuah deskripsi.
Para wartawan akan melakukan pengumpulan data itu dengan investigasi
yaitu melakukan penelusuran dan wawancara dengan semua fihak yang
terkait.
2. Why -Mengapa
Anda masih ingat pada era 90-an ada acara televisi yang menayangkan acara dengan tajuk "mengapa begini mengapa begitu? "
Acara ini untuk ini berisi tentang pengetahuan yang ada di sekitar
kita. Misalnya, mengapa gula rasanya manis?, mengapa manusia tak
memiliki ekor?, mengapa kapal bisa mengapung? Dan sebagainya.
Pertanyaan ini akan menggali peristiwa lebih dalam mengenai penyebab sebuah peristiwa.
Misalnya pada kasus tabrakan maut. :
-
Misalnya pada kasus tabrakan maut. :
-
mengapa bisa terjadi?
-mengapa truck bisa terjungkir?
-mengapa pengendara terlindas?
-mengapa melawan arah?
-mengapa truck bisa terjungkir?
-mengapa pengendara terlindas?
-mengapa melawan arah?
Ini hanya contoh, dan masih banyak lagi materi yang bisa digali dengan pertanyaan why.
3. Where-Di mana
Keterangan tempat berupa nama Negara, propinsi, kota, kabupaten, kecamatan, kelurahan bahkan nama jalan dan nomor rumah sangat penting. Identifikasi ini diperlukan agar para pembaca mengetahui informasi ini dengan benar. Sebab terkait dengan identitas dan tempat peristiwa.
Bahkan google menaruh perhatian khusus mengenai hal ini dengan
menciptakan aplikasi bernama google map. Anda ada di mana, mau ke mana,
makan di mana, temanmu di mana, daerah mana, semua akan terjawab
dengan menggunakan aplikasi ini.
Anda akan bisa bernavigasi dengan panduan google map dalam melakukan
sebuah perjalanan. Hingga bisa mengetahui secara pasti berapa menit
waktu yang dibutuhkan untuk menuju ke suatu tempat.
4.Who - Siapa
Eksistensi subyek berita akan tergali dari pertanyaan ini. Yang
kongklusinya akan terungkap secara jelas orang - orang yang terlibat di
dalamnya.
Dalam kasus korupsi misalnya, orang yang terlibat korupsi ditengarai dengan tiga hal
-Ada kerugian Negara
- ada yang diuntungkan
-ada penyalahgunaan wewenang.
Dengan pertanyaan ini akan terkorek secara dalam, siapa yang sudah
menggunakan uang Negara?, siapa yang mendapatkan keuntungan, siapa
pejabat yang menyalahgunakan wewenang?
Dalam proses dengan pertanyaan ini akan muncul semua unsur kelengkapan informasi. Siapa terdakwanya, siapa saksinya, siapa yang menangkapnya, siapa yang melaporkan, siapa yang memproses, dan sebagainya.
5. When-Bilamana/ Kapan
Identitas seseorang pun terikat dengan waktu. Umurnya diketahui dengan
tanggal lahirnya. Dalam menulis peristiwa, seorang wartawan menuliskan
waktu di awal paragraf sebagai keterangan awal , misalnya kalau di
koran akan ditulis pojok kanan atas. SELASA, 27 SEPTEMBER 2016. Dalam
berita online pun tanggal pengunggahan akan tertulis di awal
paragraf. Bahkan sebuah komputer tidak bisa digunakan untuk aktifitas
internet bila waktunya tidak disetting secara benar.
Semua aplikasi melayani penggunanya dengan basis waktu. Misalnya
kalau kita main di FB, maka kita bisa melihat akfifitas kita, dan
teman2 kita dari tahun ini dan tahun-tahun yang lalu.
Bahkan seorang hakim akan bertanya kepada para saksi, "apakah saudara
saksi pada tanggal 15 april pukul 13.30 benar- benar melihat terdakwa
keluar bersama seorang wanita muda dari hotel ini", begitu kira-kira.
How-Bagimana
Di pertanyaan inilah kepiawaian seorang wartawan diuji. Dengan bertanya
bagaimana akan muncul banyak pendapat sebuah peristiwa bisa terjadi.
Memadukan peristiwa dengan asumsi mungkin bisa dilakukan, tapi membuat
opini berlebihan akan mwngakibafkan kekacauan informasi. Mengolah data
dengan melakukan manuver dalam memilih diksi sungguh sangat diperlukan
dalan hal ini.
Informasi yang ditulis secara tumpang tindih tidak akan mendatangkan solusi. Intinya, seorang wartawan dituntut kreatif dan sensitif dalam menyampaikan sebuah berita, agar tidak menimbulkan kegoncangan opini.
Dengan pertanyaan How, kompleksifitas sebuah peristiwa akan mengemuka. Dalam kasus korupsi misalnya akan memunculkan berbagai fakta dan peristiwa.
Misalnya,
-bagaimana dia bisa ditangkap
-bagaimana seorang pejabat tinggi bisa melakukan korupsi?
-bagaimana proses penangkapannya?
-bagaimana mungkin koruptor itu punya simpanan?
-bagaimana istri mudanya bisa tahu?
Beberapa saat yang lalu saya berksempatan meliput acara di Hari Ulang Tahun Korps Brimob yang ke-72 . Bertemu dengan jajaran anggota kepolisian Polda Jateng adalah hal yang sangat luar biasa.
dan ini adalah hasil wawancara saya dengan beliau-beliau
1. Dngan Kapolda Jateng Irjen Pol.Condrokirono, MM.MHum.
2. Dengan Kasat Brimob Polda Jateng
3. Dngan Wakapolrestabes Semarang dan Kapolsek Tembalang
Ini juga sekedar contoh, dan di lapangan para wartawan akan melakukan pendalaman dari berbagai aspek, bahkan dari sesama rekan jurnalis.
Dan ini video selengkapnya yang bisa anda saksikan di Channel Youtube
Bagaimana para blogger membuat karya seperti wartawan?
Secara umum, di dasbord blogger sudah ada fasilitas untuk setting
aturan 5W+1H itu.
Tugas berikutnya adalah mengisi blog dengan konten
yang berkualitas dan memberikan manfaat.
Terima Kasih sudah membaca, semoga menginspirasi, dan jayalah blogger Indonesia.

Silahkan berinteraksi asal jangan saling menyakiti. Apalagi memasang link sebagai aksi. Jangan lakukan ini nanti kita bisa saling sakit hati
EmoticonEmoticon